welcome to my blog

welcome to my blog

Kamis, 23 Juni 2016

KALIMAT BAKU

   Pengertian Kalimat Baku
Kalimat baku adalah sebuah istilah yang digunakan dalam bahasa indonesia untuk menyebut sebuah kalimat yang dianggap sudah sesuai atau memenuhi kaidah bahasa indonesia (baik dalam hal ejaan, pemilihan kata atau strukturnya). Kalimat baku juga sering disebut sebagai kalimat efektif.
Perbedaan antara kalimat baku dan kalimat efektif tersebut bisa dilihat dari sisi kata-katanya, kalimat baku sudah pasti merupakan sebuah kalimat yang efektif tetapi kalimat efektif merupakan suatu kalimat yang belum tentu menjadi kalimat baku.
Untuk membuat sebuah kalimat baku diperlukan sebuah ketelitian yang cukup ekstra dan tidak asal asalan karena perlu Anda ingat bahwa kalimat baku merupakan sebuah kalimat yang sesuai dengan aturan kaidah bahasa indonesia dan berbeda dengan kalimat yang biasa diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata yang baku merupakan kata-kata yang tidak dipengaruhi oleh bahasa suatu daerah. Sehingga untuk membuat kalimat baku yang baik dan benar tersebut dianjurkan agar kalian membuatnya dengan membaca dan melihat kamus besar bahasa indonesia (KBBI) supaya dalam penulisan kalimat tersebut benar-benar tersusun dari kata-kata yang baku.
Sedangkan yang dimaksud dengan kalimat tidak baku adalah kalimat yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa indonesia baik dalam struktur, ejaan, ataupun pemilihan kata-katanya. Walaupun sebuah kalimat itu bisa dimengerti oleh orang lain tetapi saat kalimat tersebut belum memakai sebuah kata-kata yang baku maka kalimat tersebut dianggap menjadi kalimat yang belum atau tidak baku.

2.      Syarat - Syarat Kalimat Baku
Adapun syarat - syarat sebuah kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat baku adalah :
·         Logis - Sebuah kalimat dikatakan baku jika kalimat tersebut logis ( dapat diterima oleh fikiran akal sehat).
·         Hemat - Kalimat dikatakan baku ketika kalimat tersebut hemat atau tidak boros dalam penggunaan kata-katanya.
·         Padu - Kalimat dikatakan baku ketika hubungan antar unsur sebuah kalimat tersebut sesuai sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penafsiran arti kata.
·         Kesesuaian struktur - Struktur dalam kalimat baku tersebut harus sesuai, dengan maksud agar tidak ada kata yang kurang tepat dalam hal peletakannya.

3.      Kesalahan Yang Umum Dalam Penulisan Kalimat Baku
Kekeliruan atau kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan dalam penulisan kalimat baku antara lain yaitu :
1.      Tidak tepat dalam penulisan tanda baca.
2.      Tidak tepat dalam penulisan huruf kapital.
3.      Tidak tepat dalam peletakan kalimat sehingga struktur kalimat menjadi tidak teratur.

Dalam penulisan kalimat baku, untuk meminimalisir kesalahan tersebut dibutuhkan rasa hati-hati yang cukup. Untuk tips betul menulis kalimat bakuyang utama adalah sabar dan tidak tergesa-gesa. Usahakan lebih teliti dalam penulisan tanda baca, huruf kapital dan penataan struktur kata-kata dalam kalimatnya.

4.      Contoh Kalimat Baku
Adapun beberapa contoh dari kalimat baku yaitu :

Buah melon adalah buah yang banyak gizinya    Benar
Buah melon adalah buah yang banyak gisinya    Salah

Ijazahku sudah datang             Benar
Ijasahku sudah datang             Salah

Cinta tidak pandang harta       Benar
Cinta tak pandang harta          Salah

Sumber :
http://tifara-arisyah.blogspot.co.id/2016/06/kalimat-baku.html

PENGERTIAN SURAT LAMARAN

Surat lamaran kerja adalah surat yang dibuat oleh seseorang untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan, kantor atau instansi tertentu. Secara garis besar surat lamaran kerja terbagi menjadi dua macam yaitu surat lamaran kerja berdasarkan iklan dan surat lamaran kerja berdasarkan inisiatif sendiri. surat lamaran kerja termasuk kedalam golongan surat resmi atau dinas sehingga dalam penulisannya terdapat aspek-aspek tertentu yang harus di perhatikan.

Cara membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar adalah :
1.      Gunakan bahasa yang baik dan benar.
      Pergunakan bahasa yang formal karena surat lamaran kerja termasuk surat resmi jangan menggunakan bahasa yang tidak patut dalam pembuatan surat resmi.
2.      Tulislah kalimat yang singkat padat dan jelas.
      Jangan bertele-tele dalam menulis surat lamaran karena surat lamaran bisa menampilkan jati diri seseorang serta sebuah instansi atau perusahaan tidak menyukai surat lamaran yang bertele-tele.
3.      Tulislah secara manual menggunakan tangan.
       Penulisan surat lamaran kerja secara manual lebih disukai perusahaan karena melalui tulisan tangan bisa dinilai bagaimana pribadi seseorang.
4.      Perhatikan kebersihan surat lamaran kerja.
      Jangan sampai ada coretan atau bekas penghapus dalam surat lamaran kerja, jika salah menulis lebih baik tulis ulang di kertas baru, jangan menggunakan stipo untuk menghapus.
5.      Isi secara jelas data diri dan informasi yang informasi tentang diri anda, serta lampirkan dokumen-dokumen pendukung seperti daftar riwayat hidupfotocopy identitas diri serta dokumen-dokumen lain yang menjadi persyaratan.
6.      Jika anda mempunyai sertifikat pendukung yang bisa menambah nilai plus untuk diri anda jangan ragu untuk melampirkannya.

Bagian-bagian dalam surat lamaran kerja
1.      Tempat dan tanggal pembuatan surat lamaran.
2.      Hal atau perihal.
3.      Lampiran berkas.
4.      Alamat yang di tuju.
5.      Salam pembuka.
6.      Isi surat yang bisa di bagi menjadi empat bagian yaitu ; paragraf pembuka, isi surat, daftar lampiran dan paragraf penutup.
7.      Salam penutup.
8.      Nama terang pelamar dan tanda tangan.

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan

Jakarta, 9 Juni2016
Kepada Yth :
HRD PT NUSANTARA
Jl. Ahmad Yani No. 10 Singaraja Bali

Perihal : Lamaran kerja

Dengan Hormat,

Berdasarkan informasi dari media cetak, koran Terpadu perihal lowongan pekerjaan di perusahaan tempat Bapak/Ibu pimpin. Melalui surat lamaran ini saya ingin mengajukan diri untuk melamar pekerjaan di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin guna mengisi posisi yang dibutuhkan saat ini. Saya yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama                                       : Tifara Arisyah
Tempat/Tanggal Lahir             : Jakarta, 13 Juli 1995
Jenis Kelamin                          : Perempuan
Pendidikan                               : S1 Sistem Informasi 
Alamat                                    : Jl. Pancoran 6, Jakarta Selatan
Telepon                       : 085612312399

Untuk melengkapi beberapa data yang diperlukan sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu pimpinan diwaktu yang akan datang, saya lampirkan juga kelengkapan data diri sebagai berikut :

1. Daftar Riwayat Hidup
2. Foto copy Ijazah
3. Foto copy sertifikat
4. Foto copy KTP
5. Foto copy transkrip nilai
6. Pas photo terbaru

Demikian surat lamaran ini saya buat dengan sebenarnya dan atas perhatian serta kebijaksanaan Bapak/Ibu pimpinan saya mengucapkan terimakasih.
Hormat saya,


Tifara Arisyah

Sumber :
http://tifara-arisyah.blogspot.co.id/2016/06/surat-lamaran-kerja.html

URL : “Pengertian surat lamaran kerja beserta contoh surat lamaran kerja yang baik”.http://www.kopi-ireng.com/2014/06/pengertian-surat-lamaran-kerja-beserta.html diakses 9 Juni 2016
URL : “Contoh Surat Lamaran Kerja Yang Baik & Benar 2016”http://makalahproposal.blogspot.co.id/2015/05/contoh-surat-lamaran-kerja-baik-benar.html diakses 9 Juni 2016

GURINDAM

Kata gurindam berasal dari bahasa Tamil (India).  Pengertian gurindam adalah karya sastra berbentuk puisi dua seuntai yang berima a-a. Meskipun terbentuk dalam dua larik, sebenarnyagurindam merupakan satu kalimat (dalam hal ini biasanya berupa kalimat majemuk dengan hubungan seperti sebab-akibat atau syarat-hasil). Larik pertama ”syarat”, sedangkan larik kedua ”jawabnya”.
Pada umumnya gurindam dibuat berbait-bait dengan isi bersifat nasihat, mirip dengan pepatah atau peribahasa. Sebenarnya gurindam merupakan satu kalimat (dalam hal ini biasanya berupa kalimat).

Ciri-ciri gurindam:
a. setiap bait terdiri atas dua larik
b. jumlah suku kata dalam setiap larik antara 10 – 14
c. bersajak a a
d. hubungan larik 1 dan 2 membentuk kalimat majemuk yang biasanya bersifat sebabakibat.

Dahulu (seperti halnya pantun, talibun, karmina, dan bidal) gurindam dibuat oleh orang yang tak dikenal (anonim). Ada satu gurindam yang dahulu sangat terkenal karya Raja Ali Haji, yakni Gurindam 12 yang terdiri atas 12 pasal.

Macam-Macam Gurindam
Jika dilihat dari barisnya, ada 2 macam bentuk guridam, yaitu gurindam berkait dangurindam berangkai. Di bawah ini adalah pengertian dan contoh-contoh gurindam.
1.     Gurindam Berkait
Gurindam berkait adalah gurindam yang bait pertama berhubungan dengan bait berikutnya dan juga pada bait seterusnya.
Contoh:
Sebelum berbicara pikir dahulu
Agar tak melukai hati  temanmu
kalau berbicara semaumu
tentulah banyak orang yang membencimu

Barang siapa tidak memiliki agama
Pastilah sesat hidupnya di dunia.

Barang siapa yang hidupnya tidak ingin sesat di dunia dan akhirat
Maka cepat-cepatlah bertaubat sebelum terlambat

2.     Gurindam berangkai
Gurindam berangkai adalah bentuk gurindam yang memiliki kata yang sama di setiap baris pertama baitnya.
Contoh:
Temukan apa yang dimaksud sahabat
Temukan apa yang dimaksud maksiat
Janganlah menjadi orang yang memelas
Nanti kamu menjadi orang yang malas

Contoh-Contoh Gurindam
Contoh 1:
Barang siapa tinggalkan sholat
Akan menuntun ke perbuatan maksiat
Barang siapa melakukan perbuatan maksiat
Pasti akan disiksa di akhirat

Jika bekerja tidak berhati lurus
Pikiran akan menjadi tergerus
Jika pikiran selalu tergerus
Pikiran tak karuan tubuh menjadi kurus

Contoh 2:
Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama,
Barang siapa mengenal yang empat,
maka dia itulah orang yang ma’rifat.
Cari olehmu sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal Tuhan yang bahri.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan,
bukannya manusia itulah setan.

Contoh 3:
Kurang fikir, kurang siasat,
tentu dirimu kelak tersesat.
Fikir dahulu sebelum berkata,
supaya terelak silang sengketa.
Siapa menggemari silang sengketa,
kelaknya pasti berdukacita.

Sumber :
http://tifara-arisyah.blogspot.co.id/2016/06/gurindam.html 

URL : “Pengertian, ciri-ciri dan contoh Gurindam”.http://www.kelasindonesia.com/2015/04/pengertian-ciri-ciri-dan-contoh-gurindam.html diakses 12 Juni 2016

MACAM-MACAM KARYA TULIS

Karya tulis merupakan hasil karangan dalam bentuk tulisan yang merupakan hasil pikiran, hasil pengamatan, tinjauan dalam bidang tertentu dan disusun secara sistematis. Karya tulis terdiri dari dua kata yaitu karya dan tulis. Karya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pekerjaan, hasil perbuatan, buatan, ciptaan (terutama hasil karangan). Sedangkan kata Tulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah huruf atau angka yang dibuat dengan pena (pensil, cat, dan sebagainya), bersurat (yang sudah disetujui), yang ada tulisannya.
Ada yang mengatakan karya tulis itu sebagai gagasan seseorang yang dituangkan dalam bentuk tulisan . Dari berbagai pengertian yang ada pada dasarnya mempunyai arti yang sama namun dapat disimpulkan bahwa karya tulis merupakan hasil karya seseorang yang dituangkan dalam bentuk tulisan.
A.    Jenis Karya Tulis
Karya tulis dibedakan menjadi 3, yaitu karya tulis ilmiah, karya tulis non ilmiah, dan karya tulis populer.
1.      Karya Tulis Ilmiah
Karya tulis ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya. Karya tulis ilmiah dikategorikan ke dalam 11 macam, di antaranya:
Ø  Laporan penelitian adalah laporan yang ditulis berdasarkan penelitian. Misalnya laporan penelitian yang didanai oleh Fakultas dan Universitas, laporan ekskavasi arkeologis yang dibiayai oleh Departemen Kebudayaan, dsb
Ø  Skripsi adalah tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (S1).
Ø  Tesis adalah tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master.
Ø  Disertasi adalah tulisan ilmiah untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor.
Ø  Surat pembaca adalah surat yang berisi kritik dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah.
Ø  Laporan kasus adalah tulisan mengenai kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori.
Ø  Laporan tinjauan adalah tulisan yang berisi tinjauan karya ilmiah dalam kurun waktu tertentu. Misalnya Biologi-calAnthropohgy in the Americas: ¡900-2000.
Ø  Resensi adalah tanggapan terhadap suatu karangan atau buku yang memaparkan manfaat karangan atau buku tersebut bagi pembaca.
Ø  Monograf adalah karya asli menyeluruh dari suatu masalah. Monograf ini dapat berupa tesis ataupun disertasi.
Ø  Referat adalah tinjauan mengenai karangan sendiri dan karangan orang lain.
Ø  Kabilitasi adalah karangan-karangan penting yang dikerjakan sarjana Departemen Pendidikan Nasional untuk bahan kuliah.

Adapun ciri dari karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut:
1.      Objektif.
2.      Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
3.      Netral.
4.      Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
5.      Sistematis.
6.      Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
7.      Logis.
8.      Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
9.      Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan).
10.  Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
11.  Tidak Pleonastis
12.  Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).
13.  Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.

B.     Karya Tulis Non Ilmiah

Karya tulis non ilmiah merupakan karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal). Berikut macam-macam dari karya tulis non ilmiah:
1.      Dongeng
Merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya
2.      Cerpen
Cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel.
3.      Novel
Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif; biasanya dalam bentuk cerita.
4.      Drama
Drama adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor.
5.      Roman
Roman adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.

Karya tulis non ilmiah memiliki beberapa ciri, di antanya:
§  ditulis berdasarkan fakta pribadi,
§  fakta yang disimpulkan subyektif,
§  gaya bahasa konotatif dan populer,
§  tidak memuat hipotesis,
§  penyajian dibarengi dengan sejarah,
§  bersifat imajinatif,
§  situasi didramatisir,
§  bersifat persuasif.
§  tanpa dukungan bukti

C.     Karya Tulis Populer
Karya tulis populer merupakan semacam karangan ilmiah yang mencakup ciri-ciri karangan ilmiah, yaitu menyajikan fakta-fakta secara cermat, jujur, netral, dan sistematis, sedangkan pemaparannya jelas, ringkas, dan tepat.
Karya tulis ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat awam. Yang menjadi bagian dari contoh karya ilmiah populer di antaranya:
1.      Artikel
Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.
2.      Resensi
Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD.
3.      Resume atau ringkasan
4.      Sinopsis
Sinopsis adalah ikhtisar karangan yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis itu; ringkasan; abstraksi.

Sumber :

URL : “Pengertian dan Jenis Karya Tulis”. http://menulis-makalah.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-jenis-karya-tulis.html diakses 13 Juni 2016