welcome to my blog

welcome to my blog

Sabtu, 21 Mei 2016

Mengetahui Unsur-Unsur Intrinsik Novel

Unsur-Unsur Intrinsik Novel 

Berikut ini penjelasan mengenai unsur-unsur intrinsik novel.
a. Alur (Plot)
Alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab-akibat. Intisari alur ada pada permasalahan cerita. akan tetapi, suatu permasalahan dalam novel tak bisa dipaparkan begitu saja; jadi harus ada dasarnya. Oleh karena itu, alur terdiri atas (1) Saling mengenal , (2) munculnya konflik, (3) konflik meninggi, (4) klimaks, dan (5) menyelesaikan konflik atau masalah . Di tahap saling mengenal, pengarang mulai menggambarkan situasi dan memperkenalkan tokoh-tokoh cerita sebagai pendahuluan. Di bagian kedua, pengarang mulai menampilkan pertikaian yang terjadi di antara tokoh. Pertikaian ini semakin meninggi, dan puncaknya dari masalah tersebut terjadi di bagian keempat (klimaks). Setelah fase tersebut terlampaui, sampailah di bagian kelima (pemecahan masalah). Alur pun menurun menuju  ke mencari solusi dalam masalah dan penyelesaian cerita. Itulah unsur-unsur alur yang berpusat pada konflik. Dengan adanya alur seperti di atas, pembaca dibawa ke dalam suatu keadaan yang menegangkan (suspense). Suspense inilah yang menarik pembaca untuk terus mengikuti cerita tersebut . Dari tahap-tahap alur di atas jelaslah bahwa kekuatan sebuah novel terletak pada kemampuan pengarang membawa pembacanya menemui masalah, memuncaknya masalah, dan berakhirnya masalah. Timbulnya konflik sering berhubungan erat dengan unsur watak dan latar. Konflik dalam cerita mungkin terjadi karena watak seorang tokoh yang menimbulkan persoalan bagi tokoh lain atau lingkungannya.

Jumat, 20 Mei 2016

Menulis Laporan Diskusi

1. Mengenali Unsur-unsur dalam Laporan Hasil Diskusi
Diskusi bertujuan untuk memperoleh kesimpulan yang dapat disumbangkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan sumbangan pemikiran. Laporan kegiatan diskusi disampaikan dalam bentuk tertulis agar lebih jelas, lengkap, koherensif.
Pihak yang membuat laporan diskusi adalah panitia penyelenggara/ pelaksana, sedangkan laporan ditujukan atau diserahkan kepada pihak yang membawakan panitia. Oleh pihak yang menerima laporan, hasil-hasil diskusi dapat ditindaklanjuti dengan cara memublikasikannya kepada khalayak umum. Laporan diskusi harus singkat, jelas, terperinci, dan lengkap. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pihak penerima laporan dalam menangkap kandungan pokok laporan. Sementara itu, isi laporan sebaiknya mencakup hal-hal penting penyelenggaraan diskusi. Hal-hal yang lazim terdapat dalam laporan diskusi adalah badan penyelenggara, tempat, waktu penyelenggaraan, tujuan, dan rumusan diskusi.

Secara terperinci, unsur-unsur yang harus ada dalam laporan hasil diskusi adalah sebagai berikut.
a. Pendahuluan, yang terdiri atas:
1) latar belakang pelaksanaan diskusi,
2) tujuan diskusi,
3) langkah-langkah persiapan.

b) Uraian pelaksanaan, terdiri atas:
1) tempat dan waktu,
2) peserta,
3) prosesi jalannya diskusi,
4) rumusan hasil diskusi.

c) Penutup, yang terdiri atas:
1) kesimpulan,
2) saran-saran.
d) Lampiran

2. Menyusun Laporan Hasil Diskusi
Perhatikan laporan diskusi yang lengkap dengan unsur-unsurnya berikut ini!
LAPORAN KEGIATAN DISKUSI
TEMA:
SOLUSI PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT
LIMBAH RUMAH TANGGA
Diselengarakan oleh:
Mahasiswa Pencinta Alam FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta
1 Juni 2007
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pelaksanaan Diskusi
Perkembangan iptek di berbagai bidang membuat perubahan di berbagai sektor kehidupan, khususnya lingkungan dan tatanan kehidupan, peradapan manusia, serta nilai-nilai budaya bangsa di Indonesia. Perubahan tersebut berimbas pula pada masalah-masalah lingkungan, baik skala besar maupun skala kecil, seperti rumah tangga. Keengganan warga mengolah sampah rumah tangga kadang kala berakibat fatal pada pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu dicari solusi yang tepat untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah rumah tangga. Di Indonesia, pencemaran lingkungan sudah menjadi masalah yang besar sehingga mengakibatkan terjadinya polusi dan perubahan nilainilai kehidupan dalam masyarakat, khususnya untuk sadar terhadap kebersihan lingkungannya. Pola kehidupan masyarakat kita sedang berubah dan bergerak dari agraris menuju masyarakat industrial, dari tradisional-statis menuju modern-dinamis, dari nilai lokal-daerah menuju nilai global-universal, dari keseragaman menuju keberagaman, dari satu nilai menuju serba nilai. Inilah wajah masyarakat kita yang sedang berubah akhir-akhir ini sebagai konsekuensi logis dari berlangsungnya era globalisasi dunia. Fenomena-fenomena perubahan transformasi sosial budaya dan
lingkungan tersebut di atas tidak dapat dihindarkan lagi. Merujuk fenomena-fenomena di atas, maka dalam rangka memperingati hari Bumi se-Dunia tanggal 1 Juni, Mahasiswa Pencinta Alam FKIP UNS
bekerja sama dengan Pusat Studi Lingkungan Hidup, menyelenggarakan diskusi. Kegiatan diskusi ini diharapkan dapat menjadi media ekspresi, dan berkolaborasi antara masyarakat pencinta, pemerhati, dan para ahli lingkungan untuk memadukan aneka pemikiran dalam upaya mewujudkan solusi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah rumah tangga.

B. Tema
Solusi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga
Subtema:
1. Ada apa dengan limbah rumah tangga?
2. Pemanfaatan teknologi dalam mengolah limbah rumah tangga.
3. Penanganan limbah rumah tangga yang efektif.
4. Pemasyarakatan teknik pengelolaan limbah rumah tangga.
5. Limbah rumah tangga dan penanganannya.
6. Peran media cetak dalam pemasyarakatan sadar lingkungan dan solusi penanganan limbah rumah tangga.

C. Tujuan
1. Menghimpun gagasan, pikiran, pendapat mengenai solusi pencemaranlingkungan akibat limbah rumah tangga serta impilkasinya terhadap kesehatan lingkungan
2. Memperoleh informasi aktual mengenai pengelolaan limbah rumah tangga dari pencinta, pemerhati, dan ahli lingkungan.
3. Memperoleh masukan yang dapat dipertimbangkan dalam pengambilan kebijakan agar penanganan limbah rumah tangga lebih efektif.

D. Manfaat Diskusi
Diskusi ini diharapkan dapat diperoleh hasil yang efektif dari para ahli lingkungan dalam pengelolaan limbah rumah tangga yang sering mengakibatkan pencemaran lingkungan.

BAB II PELAKSANAAN DAN HASIL DISKUSI
A. Pelaksanaan
1. Topik Diskusi dan Pembicara
Dalam diskusi ini ditampilkan pembicara utama berikut.
a. Mr. John Custer (SIL-International-Indonesia) "Solusi Efektif Penangganan Limbah Rumah Tangga"
b. Dr. rer.nat. Sadjidan, M.Si. (Ketua Prodi Biologi Pascasarjana UNS )
"Pengolahan Limbah Rumah Tangga dalam Perspektif Lingkungan Hidup"
c. Drs. Sugiyanto, M.Si.,M.Si. (Dosen Lingkungan Hidup Pascasarjana UNS)
"Implementasi Teknik dan Strategi penanganan Limbah Rumah
Tangga di Masyarakat"
2. Peserta
1. Guru IPS dan Biologi SMP dan SMA.
2. Kepala sekolah SMP dan SMA
3. Mahasiswa S-1, S-2, san S-3 Geografi, Biologi, dan Kehutanan
4. Dosen Geografi, Biologi, dan Kehutanan
5. Pemerhati lingkungan Hidup
6. Peneliti dan praktisi lingkungan hidup
7. Mahasiswa Pencinta Alam
3. Waktu dan Tempat
Diskusi ini dilaksanakan di Aula FKIP Universitas Sebelas Maret
Surakarta, Jl. Ir. Sutami No. 36 A pada 1 Juni 2007 pukul 08.00 sd.
16.00 WIB
4. Penyelenggara
Mahasiswa Pencinta Alam FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta
B. Hasil Diskusi
1. Peserta
Peserta dalam diskusi tanggal 1 Juni 2007 telah memenuhi target karena diikuti oleh sekitar 250 peserta. Padahal target semula ditargetkan hanya 150 peserta. Oleh karena itu, diskusi ini dianggap telah mencapai target.
2. Pelaksanan Diskusi
Diskusi ini dibuka oleh Pembantu Dekan Tiga FKIP Universitas Sebelas Maret, Drs. Amir Fuady, M.Pd. Pelaksanaan diskusi sangat menarik dan apresiatif, baik dari pembicara dan peserta. Ketiga pembicara menyampaikan berbagai materi mengenai solusi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga. Oleh karena itu, para peserta pun sangat antusias mengikuti diskusi ini.
3. Kendala-kendala
Ada sedikit kendala terkait dengan LCD, akan tetapi dapat diatasi dengan baik.

BAB III PENUTUP
A. Simpulan
Kesimpulan dari kegiatan diskusi ini telah dilaksanakan dengan baik dan lancar. Simpulan diskusi ini adalah bahwa limbah rumah tangga\ harus dikelola secara baik dengan memanfatkan teknologi sederhana. Dengan demikian tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan.
B. Saran
Berdasarkan hasil diskusi selanjutnya, disarankan bahwa:
1. Diperlukan diskusi lebih lanjut dengan mendatangkan berbagi pihak untuk memperoleh hasil pemikiran yang lebih luas;
2. Dilakukan persiapan yang lebih maksimal. Demikianlah laporan kegiatan diskusi. Semoga bermanfaat dan segala kekurangan dan kelemahan dalam kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman yang berharga untuk kegiatan selanjutnya.
Surakarta, 5 Juni 2007
Ketua Panitia,
Ttd.
M. Yuma Arridhwan Adiputra
NIM K12006009

3. Melampirkan Notula
Notula merupakan catatan singkat mengenai jalannya persidangan (rapat) ataupun diskusi serta hal-hal yang dibicarakan dan diputuskan. Notula tidak memiliki format yang standar. Hal ini tergantung pada kesepakatan organisasi yang menyelenggarakan acara notula tersebut.
Pola Penulisan Notula yang Lengkap
Dalam diskusi yang bersifat resmi, biasanya ada seseorang petugas yang membuat catatan mengenai jalannya diskusi secara keseluruhan. Petugas tersebut disebut notulis dan catatannya disebut notula (ada juga yang menyebut notulen). Seorang notulis yang baik harus memiliki kecermatan dan kepandaian
dalam memilih dan mengikuti jalannya diskusi atau seminar secara keseluruhan.

Adapun unsur-unsur yang harus dicatat notulis adalah sebagai berikut.
a. Nama diskusi
b. Tempat dan waktu diskusi
c. Pemandu diskusi
d. Penyaji/pembicara diskusi
e. Jumlah peserta yang hadir
f. Materi pokok diskusi
g. Permasalahan yang dihadapi
h. Penanggulangan masalah
i. Saran dan usulan peserta
j. Kesimpulan diskusi
k. Nama dan tanda tangan notulis.
Berdasarkan laporan hasil diskusi yang dituliskan di atas buatlah notula dengan menggunakan format di bawah ini! Salinlah format tersebut dalam buku tugas Anda!Selain menggunakan format tersebut, Anda juga bisa menggunakan format lain.
Notula Diskusi
Judul Diskusi : .....................................
Tempat dan waktu : .....................................
Penyaji/Pembicara : .....................................
Moderator : .....................................
Acara
1. Pembukaan : .....................................
2. Penyajian : .....................................
3. Tanya-Jawab : .....................................
4. Saran peserta : .....................................
5. Simpulan diskusi : .....................................
Notulis,
(nama siswa)

2. Melampirkan Daftar Hadir
Menuliskan laporan diskusi juga diberi lampiran daftar hadir atau biasa disebut presensi. Daftar hadir sebagai bukti banyaknya peserta yang hadir dalam suatu diskusi. Daftar hadir biasanya dibuat rangkap untuk lampiran laporan pertanggungjawaban. Tidak ada format standar dalam membuat daftar
hadir. Format tergantung dari instansi atau lembaga yang mengadakan diskusi. Berikut ini contoh format yang bisa digunakan dalam penulisan daftar hadir/ presensi.
PRESENSI/DAFTAR HADIR DISKUSI
Tema:
Sosialisasi dan Implementasi
Kurikulum Tingkat Satuan Pendididkan
Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah
Kamis, 5 Mei 2007
No.
Nama Peserta
Diskusi
Nama Instansi yang
Mengutus
Tanda Tangan
1.
2.
.........................
.........................
................................
................................
1. ........................
2. ........................

Sumber :
http://www.bimbie.com/menulis-laporan-diskusi.htm
http://bahasaindonesiayh.blogspot.co.id/2012/05/menulis-laporan-diskusi.html

Membedakan Fakta dan Opini

Pengertian Fakta dan Opini dalam Tulisan
A. Fakta 
Fakta adalah suatu informasi yang bersifat nyata atau benar-benar terjadi. Fakta disertai dengan bukti-bukti yang mendukung kebenarannya. Karena itu, fakta lebih sering sulit dibantah oleh opini seseorang.
Contoh kalimat fakta:
  1. Di Sumenep, Jawa Timur, terdapat pantai yang banyak tumbuh pohon cemara udang.
  2. Pamekasan termasuk salah satu kabupaten yang ada di pulau Madura.
  3. Madura merupakan salah satu daerah penghasil garam di Indonesia.
  4. Kecelakaan yang terjadi di jalur Suramadu disebabkan oleh rem blong truk fuso.
B. Opini 
Opini adalah pendapat seseorang atau kelompok. Biasanya disertai dengan alasan-alasan yang membuktikan kebenarannya.

Contoh Kalimat Opini:
  1.  Makanan yang berlemak banyak tidak boleh dimakan anak kecil.
  2.  Jika kita mandi setiap hari, badan terasa segar dan tidak lengket.
  3. Saat menonton telvisi kita tidak boleh memakai kacamata.
  4. Tidur telentang lebih enak ketimbang tidur miring.
Cara Membedakan Fakta dan Opini
Cara sederhana dalam menemukan fakta dan opini dalam sebuah tulisan adalah dengan melihat ciri-ciri eksplisit kalimat tersebut. Jika pernyataannya dapat ditelusuri kebenarannya, karena dapat dilihat, didengar, atau diraba, kalimat tersebut termasuk fakta. Sementara, jika hanya pernyataan yang tak dapat diindera dan sulit dibuktikan kebenarannya, kalimat tersebut termasuk opini.

Sumber : 
http://www.peribahasaindonesia.com/perbedaan-fakta-dan-opini-pendapat/
http://jaddung.blogspot.co.id/2015/03/cara-membedakan-fakta-dan-opini-dalam.html 



Menanggapi Isi Sebuah Berita


Tanggapan adalah ulasan atau tanggapan atas berita, pidato, dsb untuk menerangkan atau menjelaskan (KBBI, 1999: 515). Tanggapan juga dimaknai sebagai Written or spoken statement wich gives an opinion on or explains something/ somebody. (Oxford, 2005: 119) à bentuk pernyataan lisan atau tulisan untuk memberikan pendapat atau penjelasan tentang sesuatu/ seseorang. Jadi, dari pengertian di atas kita dapat mengetahui bahwa fungsi tanggapan adalah untuk menerangkan atau menjelaskan.

Ciri-ciri Tanggapan (secara umum)

  1. Merupakan pernyataan
  2. Berbentuk lisan atau tulisan
  3. Bertujuan untuk menanggapi atau menjelaskan atas suatu hal yang sebelumnya disampaikan/ dilakukan pihak lain.
Indikator Tanggapan yang baik
  1. Tanggapan disampaikan dengan bahasa dan sikap (jika tanggapannya berbentuk lisan) yang santun
  2. Tanggapan yang disampaikan dengan menyertakan alasan yang relevan dan seperlunya
  3. Tanggapan yang disampaikan tidak berlebihan
  4. Tanggapan yang disampaikan tidak bertujuan merendahkan atau memojokkan pihak lain

Contoh Tanggapan
Pendapat:
Modernisasi dan keterbukaan informasi diiringi dengan teknologi yang canggih, ternyata tidak serta-merta membawa keuntungan bagi semua makhluk hidup (republika online edisi Jumat, 27 Maret 2009 ).
Tanggapan:
Saya sangat setuju. Modernisasi dan keterbukaan informasi  tidak selalu berdampak positif. Penerapan modernisasi dan keterbukaan informasi tanpa disertai dengan tanggung jawab dan kesiapan mengatisipasi dampak buruknya akan menjadi sebuah mimpi buruk.  Alih-alih kita mendapat kebaikan, malah kehancuran yang akan kita peroleh. Misalnya, atas nama modernisasi dan keterbukaan informasi, aneka VCD, buku dan situs porno dengan mudah diakses masyarakat, bahkan anak-anak sekalipun. Jika ini dibiarkan, kita pun mesti bersiap diri menatap masa depan bangsa ini yang dipenuhi oleh generasi berotak mesum.
Latihan
Selasa, 28 Agustus 2007  9:50:00 (dikutip dari detiknews.com)
Gempa Terjadi Selasa Pagi di Halmahera Utara
Ternate–RoL– Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Provinsi Maluku Utara, sejauh ini belum nenerima laporan adanya korban atau kerusakan fisik akibat dua kali gempa tektonik yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Selasa pagi( 28/8).
Sekretariat Satkorlak PBA Malut ketika dihubungi di Ternate, Selasa mengatakan, mereka sudah melakukan kontak dengan Pemkab Halut, termasuk sejumlah pemkab lainnya di Malut, tetapi belum dilaporkan adanya korban atau kerusakan fisik akibat gempa Selasa pagi.
Namun demikian, Satkorlak PBA Malut terus melakukan pemantauan, karena tidak tertutup kemungkinan ada korban atau kerusakan fisik akibat gempa itu. Pihak BMG Ternate ketika dihubungi menjelaskan, gempa yang menguncang wilayah Halut Selasa pagi , pertama terjadi Pkl 05.22 WIT berkekuatan 5,2 SR pada koordinat 2,94 LU – 127,58 BT pada kedalaman 82 km dengan pusat di Laut Maluku, atau sekitar perairan Pulau Morotai, Halut.
Sedangkan gempa kedua terjadi Pkl 06.00 WIT berkekuatan 4,9 SR pada koordinat 2,84 LU – 127,60 BT pada kedalaman 82 km dengan pusat gempa berada tidak jauh dengan lokasi gempa yang pertama yakni masih di perairan Pulkau Morotai, Halut.  “Kedua gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, karena kekuatannya kurang dari 6,0 SR dan kedalamannya lebih dari 30 km. Gempa berpotensi menimbulkan tsunami kalau kekuatannya di atas 6,0 SR dan kedalamannya kurang dari 30 km,” kata staf BMG Ternate, Wartati.
Sementara itu sejumlah warga di Halut ketika dihubungi melalui telepon mengaku bahwa gempa yang terjadi Selasa pagi, getarannya sangat lemah sehingga tidak membuat mereka khawatir atau mengungsi ke daerah ketinggian, seperti saat terjadi gempa pada pertengahan Juli 2007. Kabupaten Halut pada pertengahan Juli 2007 diguncang gempa berkekuatan 6,3 SR yang mengakibatkan seorang warga setempat cedera akibat terkena reruntuhan rumah, serta lebih dari 40 rumah warga mengalami kerusakan berat dan ringan.

Sumber : http://kasiantoidris.blogspot.co.id/2012/02/materi-kelas-x-sma.html 

Senin, 28 Maret 2016

PIDATO

HUBUNGAN MAKNA


1.      Sinonim
Sinonim adal;ah kata-kata yang memiliki kesamaan atau kemiripan makna
Contoh :          siuman = sadar
                        Datang = tiba = sampai

2.      Antonim
Antonim adalah kata-kata yang memiliki makna berlawanan.
a.       Antonim kembar   : mencakup dua kata saja
Contoh :    depan x belakang
                  Atas    x bawah
b.      Antonim majemuk            : perlawanan makna dengan beberapa kata
Contoh :    merah x tidak merah seperti : putih, hijau, biru dll
c.       Antonim gradual   : perlawanan dengan tingkatan makna
Contoh :    gemuk  x agak gemuk
                  Gemuk  x kurang gemuk
                  Gemuk   x tidak gemuk

3.      Hipernim
Hipernim adalah kata-kata yang maknanya mencakup kata-kata yang lebih kecil. Dengan kata lain, dalam suatu makna yang luas terkandung makna lain yang lebih kecil. Kata-kata tersebut sering disebutu sebagai superordinat atau hipernim.
Contoh : pakaian, alat tulis, bacaan
Kata pakaian mencakup baju, celanan , kaos, dll
Kata alat tulis mencakup pulpen, pensil, penghapus, buku , dll
Kata bacaan mencakup majalah, koran, buletin, dll

4.      Hiponim
Hiponim adalah kata-kata yang maknanya tercakup oleh satu kata yang lebih besar, lebih luas. Hiponim sering pula disebut dengan subordinat .

5.      Polisemi
Polisemi merupakan kata-kata yang memiliki makna ganda. Akan tetapi makna tersebut masih berada dalam satu alur arti. Perbedaan makna tersebut terjadi karena pergeseran makna.
Contoh : nilainnya turun kembali semester ini
              Panas badan andi belum turun

6.      Homonim
Homonim adalah kata-kata yang meliki kesamaan ejaan dan bunyi namun artinya berbeda.
Contoh : bulan ini adikku menikah
              Malan ini bulan tidak nampak di langit jakarta

7.      Homofon
Homofon adalah kata-kata yang memiliki bunyi sama tetapi ejaan dan artinya berbeda.
Contoh : saya tidak sangsi lagi
              Yang emlanggar akan emndapatkan sanksi

8.      Homograf
Homograf adalah kata-kata yang emiliki tulisan sama, tetapi bunyi dan artinya berbeda.
Contoh : ia tidak tahu tentang masalah itu

            Andi suka memakan tahu bulat



Sumber : Buku Primagama Bahasa Indonesia 9 SMP