welcome to my blog

welcome to my blog

Minggu, 17 Januari 2016

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI

Proposal Skripsi
Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran dan
Administrasi Organisasi Karang Taruna KelurahanTugu


1.      Latar Belakang
    Perubahan jaman telah mendorong manusia untuk selalu berkembang, tidak terkecuali teknologi. Seiring dengan berkembangnya teknologi, teknologi komputer menjadi suatu hal yang sangat lumrah dewasa ini.  Komputer merupakan bukti dari perkembangan teknologi ini. Hampir setiap bidang kehidupan telah menggunakan komputer sebagai alat bantu kerja, mulai dari bidang pendidikan, pemerintahan, serta dunia bisnis dan organisasi.
Dunia organisasi  adalah salah satu faktor penting dalam perkembangan sebuah negara, semakin banyak pelaku organisasi di sebuah negara ini maka semakin baik pula cara berfikir negara tersebut. Dalam dunia organisasi, diperlukannya suatu strategi untuk bisa terus maju dan berkembang, salah satunya yaitu penggunaan sistem informasi. Penggunaan sistem informasi yang tepat guna tentu akan menghasilkan ke-efektifan serta ke-efisienan dalam dunia menjalankan sebuah organisasi.
    Organisasi karang taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas  dasar  kesadaran  dan  tanggung  jawab  sosial  dari, oleh, dan  untuk  masyarakat  terutama  generasi  muda yang berada di  wilayah Kelurahan Tugu  terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. Organisasi ini didukung oleh remaja yang bertempat tinggal di Kelurahan Tugu, serta perangkat desa.
Selain penyelenggara usaha kesejahteraan social karang taruna juga memiliki fungsi sebagai penyelenggara pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat, penyelenggara  pemberdayaan  masyarakat  terutama generasi  muda dilingkunggannya  secara  komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan, penyelenggara  kegiatan  pengembangan  jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya, penanaman  pengertian,  memupuk  dan  meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda, penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan masih banyak lagi.
Dalam hal ini, penulis berinisiatif untuk membantu merancang   sebuah sistem pendaftaran dan administrasi berbasis komputer, terutama pada bagian pencatatan organisasi tersebut. Dengan demikian penulis berharap sistem yang dirancang dapat berfungsi dalam membantu proses pendaftaran dan administrasi menjadi lebih efektif dan efisien.
    Berdasarkan keadaan dan permasalahan tersebut, maka penulis mengajukan penelitian  dengan judul “Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran dan Administrasi Organisasi Karang Taruna Kelurahan Tugu”. Dengan menggunakan judul tersebut diatas penulis bermaksud membangun sistem informasi yang diharapkan dapat membantu memperlancar dan mempercepat dalam proses pendaftaran dan administrasi.

2.      Rumusan Masalah    
Berdasarkan hasil pembahasan diatas maka dapat dirumuskan suatu permasalahan yaitu: “Bagaimana sistem pendaftaran dan administrasi karang taruna yang berjalan, rancanagan sistem, serta implementasi sistem tersebut pada Organisasi Karang Taruna Kelurahan Tugu?”

3.      Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin penulis capai dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah sistem informasi pendaftaran dan administrasi anggota pada Organisasi Karang Taruna Kelurahan Tugu, guna menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Karang Taruna yang tergolong manual dengan memakai fasilitas komputer agar pekerjaan menjadi lebih ringan serta diharapkan dapat membantu Karang Taruna dalam pengolahan data sehingga dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.

4.      Batasan Masalah
Agar penelitian ini lebih tepat sasarannya maka diperlukan batasan- batasan sebagai berikut:
1.      Perancangan sistem hanya dibatasi pada ruang lingkup anggota.
2.      Sistem yang akan dibangun, digunakan untuk kepentingan internal instansi/organisasi tersebut.
3.      Administrasi yang di proses hanya meliputi pencatatan anggota dan keuangan kas organisasi.
4.      Operator dalam menggunakan sistem ini adalah sekretaris umum karang taruna.
 
5.      Teori Dasar
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Spesifikasi pengertian dari sistem menurut Jogiyanto (2002) adalah sekumpulan elemen atau variable yang saling berinteraksi, saling tergantung, terorganisasi dan terpadu melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Anatol Raporot (2002) sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain. Pada saat ini banyak pihak yang telah mendalamai masalah sistem untuk kebutuhannya sehingga definisinya pun menjadi beragam. Ada pun pengertian sistem menurut Amsyah, Zulkifli, Drs (2000) adalah “kumpulan elemen yang saling berinteraksi membentuk kesatuan, dalam interaksi yang kuat maupun lemah dengan pembatas yang jelas”.

5.1. Elemen sistem

        Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, antara lain:
a.       Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal) tertentu, tujuan inilah yang menjadi petunjuk yang mengarahkan sistem.
b.      Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya diproses menjadi sebuah bahan tertentu. Masukan dapat berupa hal-hal yang tampak maupun yang tidak tampak.
c.       Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, seperti informasi atau produk, ataupun berupa hal-hal yang tidak berguna seperti limbah.
d.      Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari sebuah proses. Pada sistem informasi, keluaran dapat berupa informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
e.       Batas
Batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem.
f.       Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
g.      Lingkungan 
     Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem baik itu berupa kerugian ataupun keuntungan sistem tersebut.

5.2. Karakteristik sistem

Sebuah sistem meliki beberapa karakteristik, karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a.       Komponen sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen- komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem.
b.      Batasan system (Boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
c.       Lingkungan Luar Sistem (Environment)
Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
d.      Penghubung Sistem (Interface)
Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
e.       Masukan Sistem (Input)
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).
f.       Keluaran sistem (Output)
Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
g.      Pengolah Sistem (Process)
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
h.      Sasaran sistem  
          Jika sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

   
5.3. Klasifikasi Sistem

Untuk dapat mengidentifikasi sebuah sistem,  sistem diklasifikasikan menjadi beberapa bagian yaitu:
a.       Sistem Abstrak
b.      Sistem Fisik
c.       Sistem Alamiah
d.      Sistem Buatan Manusia
e.       Sistem Tertentu (determinic system)
f.       Sistem tak tentu (probalistic system)
g.      Sistem tertutup (close system)
h.      Sistem terbuka (open system)
i.        Sistem sederhana dan Sistem kompleks
 
5.4. Pengertian  Informasi

Para ahli yang bergerak dibidangnya masing-masing  memiliki beberapa pendapat tentang definisi informasi, salah satunya adalah Amsyah, Zulkifli (2000), menurut beliau informasi adalah “Data yang sudah diproses menjadi bentuk yang lebih berguna bagi pemakainya dan mempunyai nilai piker yang nyata bagi pembuatan keputusan pada saat sedang berjalan atau untuk proyek masa depan”. Sedangkan Gordon B Davis (2000) menyatakan bahwa informasi adalah “Data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau dapat dirasakan dalam bentuk-bentuk yang sekarang atau keputusan-keputusan akan mendatang”.
 
5.5. Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya, atau sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi.
       
5.6. Sistem Informasi Pendaftaran dan Administrasi 

Pendaftaran dan administrasi yang dimaksud disini adalah proses memasukan data guna memperlancar dan mempermudah pendataan dan tindakan yang akan dilakukan terhadap hewan-hewan yang didaftarkan untuk mendapatkan pelayanan jasa dari klinik. Sistem ini menggunakan database MySQL sehingga proses pengembangan selanjutnya menjadi lebih mudah untuk diimplementasikan.

6. Kerangka Pemikiran

Gagasan dari penulisan ini adalah, dengan diberlakukannya sistem informasi pada klinik, pihak klinik dapat mengoptimalkan waktu, tenaga, serta biaya kerja operasional klinik. Sistem yang digunakan klinik saat ini masih tergolong manual sehingga mengakibatkan keterlambatan proses administrasi klinik serta menambah biaya operasional. Diharapkan dengan diterapkannya sistem baru keterlambatan proses pendaftaran dan administrasi dapat dikurangi karena telah terjadi perubahan dari sistem manual menjadi komputerisasi pada metode penelitian, penulis menjabarkan perihal yang berkaitan dengan analisa sistem beserta perancangan sistem.
Pada bagian terakhir, sistematika penulisan dijelaskan gambaran umum dari setiap bab terlampir pada penulisan skripsi ini.   Analisa Sistem Informasi pendaftaran dan administrasi juga memberikan penjelasan secara teoritis tentang peralatan pendukung (tools system) dari perancangan sistem yang terdiri dari DFD, kamus data, normalisasi, struktur kode. Setelah proses itu, lanjut untuk tinjauan perusahaan, prosedur sistem yang sedang berjalan  dilengkapi dengan diagram alir data, kamus data, spesifikasi sistem berjalan dan permasalahan yang terjadi dan alternatif pemecahan masalah.



7.      Metode Penelitian

7.1.  Desain Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian deskriptif dimana metode deskriptif yaitu suatu metode dengan tujuan untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu objek penelitian tertentu. Tahap pertama, penulis melakukan pengumpulan data dan bahan yang diperlukan terlebih dahulu, selanjutnya penulis mengolah data dan bahan tersebut serta membahas sampai pada suatu kesimpulan yang pada akhirnya dapat dibuat suatu laporan untuk melampirkan semua kegiatan yang dikerjakan selama dilakukannya penelitian di Karang Taruna Kelurahan Tugu ini.

7.2.  Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh keterangan serta menganalisis data sehingga data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai objek yang sedang diteliti. Ada dua jenis data yang digunakan alam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder.

7.2.1.   Sumber Data primer
Sumber data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data ini diperoleh dari interview dan observasi.
7.2.2.   Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari organisasi dengan cara mempelajari catatan tentang data anggota, catatan transaksi yang berupa kwitansi, formulir pendaftaran serta dokumen lainnya yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

7.3.  Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem

7.3.1.  Metode Pendekatan Sistem
Metode pendekatan sistem merupakan adalah cara penyelesaian persoalan yang dimulai dengan dilakukannya identifikasi terhadap adanya sejumlah kebutuhan - kebutuhan, sehingga dapat menghasilkan suatu hasil operasi dari sistem yang dianggap efektif. Dalam pelaksanaanya diperlukan tahapan kerja yang sistematis.
7.3.2.  Metode Pengembangan Sistem
Metodologi pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode waterfallI dimana setiap tahap dilakukan secara sistematis mulai dari tahap awal ke tahap berikutnya. Metodologi ini terdiri dari sistem engineering, analysis, design, coding, testing, dan maintainance.
7.3.3.  Alat bantu Analisis dan Perancangan
Analisa dan perancangan yang terstruktur dapat membantu memberikan penjelasan yang lengkap. Sistem terdiri dari kumpuln elemen data antara lain flow map, Diagram konteks, DFD, Kamus Data, Normalisasi, Relasi Tabel, dan ERD.

7.4.  Uji Coba
Metode pengujian adalah cara atau teknik untuk menguji perangkat lunak dan mempunyai kemungkinan tinggi untuk menemukan kesalahan. Adapun metode pengujian perangkat lunak yang penulis pakai adalah metode Black Box Testing yaitu pengujian aspek fundamental system tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak berfungsi dengan benar.
 

 
8.   Jadwal Penulisan / Time Table
Jadwal dan rentang waktu penulisan skripsi yang penulis rencanakan adalah sebagai berikut:   

 

Bulan 1
Bulan 2
Bulan 3

m1
m2
m3
m4
m1
m2
m3
m4
m1
m2
m3
m4
Bab1












Bab 2












Program












Bab 3












Bab 4












  
9.   Daftar Pustaka
1.    Amsyah, Zulkifli. 2000. Analisis Dan Perancangan. Informatika. Bandung.
2.      Anatol Raporot . 2002. Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi. Andi Offset.Yogyakarta.
3.      Gordon B. 2000. Analisis Dan Perancangan. Informatika. Bandung.
4.      Jogiyanto. 2002. Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi. Andi Offset. Yogyakarta.



Sumber :
http://imeldarickyayudibyanto.blogspot.co.id/2014/01/contoh-proposal-skripsi.html 
  

Sabtu, 26 Desember 2015

DAFTAR PUSTAKA

Pengertian Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.

Unsur-unsur Daftar Pustaka
Unsur-unsur yang harus kita perhatikan dalam menulis daftar pustaka diantaranya: nama pengarang, penerjemah, tahun terbit, judul buku, kota terbit, dan penerbit. Selain itu ada pula unsur-unsur yang bisa ada namun tak selalu ada, misalnya: nama editor atau penyunting, jilid buku, edisi buku, dan anak judul. Disebut tak selalu ada karena tak semua buku memiliki unsur-unsur ini.
Yang sering membingungkan kita dalam menulis daftar pustaka diantaranya adalah cara menuliskan nama pengarang. Pada daftar pustaka, nama pengarang kita tuliskan terbalik yaitu nama belakang terlebih dahulu di ikuti tanda koma(,) baru nama depannya.

CATATAN KAKI

Pengertian Catatan Kaki
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/ bibliografi.

Cara Penulisan Catatan Kaki
·         Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin kiri dan berjarak empat spasi dari teks.
·         Catatan kaki diketik berspasi satu.
·         Diberi nomor.
·         Nomor catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.
·         Jika catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti margin teks biasa (tepat pada margin kiri).
·         Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan catatan yang lainnya adalah sama dengan jarak spasi teks.
·         Jarak baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.
·         Keterangan yang panjang tidak boleh dilangkaukan ke halaman berikutnya. Lebih baik potong tulisan asli daripada memotong catatan kaki.
·         Jika keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama dengan nomor 3, cukup tuliskan kata ibid daripada mengulang-ulang keterangan catatan kaki.
·         Jika ada keterangan yang sama tapi tidak berurutan, berikan keterangan op.cit., lih [x] [x] merupakan nomor keterangan sebelumnya.
·         Jika keterangan seperti opcit tetapi isinya keterangan tentang artikel, gunakan loc.cit.
·         Untuk keterangan mengenai referensi artikel atau buku tertentu, penulisannya mirip daftar pustaka, tetapi nama pengarang tidak dibalik.

Contoh cara penulisan catatan kaki(footnote)
·         1 Sidi Gazalba, Maut: Batas Kebudayaan dan Agama (Jakarta: Penerbit Tintamas Indonesia, 1972), 100
·         2. Ibid., 150
·         3 Soerjono Soekanto, “Tanggung Jawab Perdata dan Pembantu Dokter,” Kompas, 12 November 1981.
·         4 Sidi Gazalba, Op.Cit., 200
·         5 Loc. Cit.
·         Catatan kaki pertama, buku bersangkutan baru pertama kali dikutip, dan kutipan itu diambil di halaman 100.
·         ibid. = ibidem — buku dan pengarang yang sama, artinya halaman 150 dan karya yang sama pada nomor satu. lni dilakukan bila buku pada catatan kaki pertama perlu dikutip lagi di halaman 150- nya (catatan kaki kedua).
·         Jika sesudah itu karangan lain perlu dikutip, maka perlu dibuat catatan kaki selengkapnya seperti catatan kaki pertama.
·         Jika kemudian buku dalam catatan kaki pertama perlu dikutip lagi, maka catatan kaki perlu dibuat seperti catatan kaki keempat.
·         Op.Cit., hlm.200. artinya Opus Citatum, yakni halaman 200 dari sebuah buku/karya yang telah dikutip sebelumnya (dalam hal ini bukunya Sidi Gazaiba).
·         Bila kutipan yang menyusul kemudian diambil dari karya dan halaman yang sama seperti pada kutipan terakhir (catatan kaki yang keempat), maka catatan kakinya cukup disingkat dengan Loc.Cit. (Loco Citato), artinya di kutip di tempat yang sama.

Unsur-unsur catatan kaki
Unsur-unsur yang ada dalam catatan kaki adalah sebagai berikut.
1.      Pengarang : Nama pengarang dicantumkan berdasarkan urutan biasa. Pada penunjukan nama yang kedua dan berikutnya, cukup dicantumkan nama singkat. Jika terdiri atas dua atau tiga pengarang, semua namanya dicantumkan atau disertakan. Sementara itu, jika pengarangnya lebih dari 3 orang, cukup nama pertama yang dicantumkan. Nama pengarang yang lainnya digantikan atau diwakilkan dengan singkatan dkk.
2.    Penunjukan terhadap sebuah kumpulan sama dengan no (a) dan (b), maka ditambah singkatan ed. (editor) di belakang nama penyunting dan dipisahkan dengan tanda koma (,). Bila tidak ada pengarang/editor, langsung saja diawali dengan judul. Seluruh judul mengikuti peraturan yang sama dengan daftar pustaka.
3.    Setelah catatan kaki yang pertama, penyebutan sumber yang sama digantikan atau diwakilkan dengan Ibid., Op.cit., Loc.cit..
4.  Setelah penunjukkan pertama sebuah artikel dalam majalah atau harian, maka berikutnya cukup dicantumkan judul majalah atau harian tanpa mencantumkan judul artikel.
5.    Tempat serta tahun penerbitan dituliskan di referensi pertama dan ditempatkan di dalam tanda kurung dan juga dipisahkan dengan tanda koma, contohnya: (Bandung, 2011).
6.    Majalah harus juga mencantumkan nomor jilid dan nomor halaman, tanggal, bulan dan tahun. Seluruh keterangan tersebut dituliskan di dalam kurung.
7.   Data publikasi sebuah harian terdiri atas hari, tanggal, bulan, tahun, dan nomor halaman. Penanggalan ini tidak dituliskan di dalam kurung.


Sumber :
(Minggu, 27 Desember 2015 pukul 5.59)

(Minggu, 27 Desember 2015 pukul 6.10)

KUTIPAN

Pengertian:
Kutipan, sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

Tujuan:
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu

Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan

Fungsi Kutipan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.

Jenis Kutipan
a. Kutipan langsung:
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
b. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
d. Kutipan pada catatan kaki
e. Kutipan atas ucapan lisan
f. Kutipan dalam kutipan
g. Kutipan langsung pada materi

Sumber :
(Sabtu, 26 Desember 2015 pukul 05.47)

(Sabtu, 26 Desember 2015 pukul 06.15)