welcome to my blog

welcome to my blog

Senin, 22 Juni 2015

Bekerjasama Dalam Tean (Kelompok) atau Team Work

 1.PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK KELOMPOK

Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi (Cartwright&Zander, 1968; Lewin, 1948)
Muzafer Sherif : Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu.

karakteristik kelompok : 
1.    Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik  secara verbal maupun non verbal.
2.    Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi                anggota suatu kelompok
3.    Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara      
4.    Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5.    Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu    sama lain serta dapat 
       membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.


2.TAHAP-TAHAP PEMBENTUKAN KELOMPOK

Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman (1965). Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.

Tahap 1 – Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.

Tahap 2 – Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.

Tahap 3 – Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.

Tahap 4 – Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.

 Tahap 5 – Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.


3.KEKUATAN TEAM WORK 
1.  Teamwork adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dankepentingan.
2.  Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
3.  Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang      saya tidak bisa.
4.  Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus disingkirkan.
5.  Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
6.  Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika          tidak ada saling pengertian.
7. Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal sukse               bersama.
8. Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera                 terealisasi.
9. Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team. Bayangkan jik       si A mengejar target A & si B mengejar target B, lalu target bersama bermuara kemana?
10.Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepa            proses pencapaian target.
11.Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada pemboikota                    kerjasama.
12.Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target tidak perl              waktu yang lama.
13.Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork makes the dream work


4.IMPLIKASI MANAJERIAL 
untuk meningkatkan efektifitas teamwork dalam sebuah perusahaan memerlukan teamwork yang baik antara bagian dan divisi dalam perusahaannya tersebut,agar perusahaan dapatberkembang dan bergerak maju dengan lebih cepat.

Daftar Pustaka

Selasa, 12 Mei 2015

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

1.      Definisi dan Dasar Pengambilan Keputusan

Robins(1997:236) berpendapat bahwa “desicion making is which on choses between two or more alternative”. Dapat dipahami bahwa hakikat pengambilan keputusan ialah memilih dua alternatif atau lebih untuk melakukan suatu tindakan tertentu baik secara pribadi maupun kelompok.
Suatu putusan ialah proses memilih tindakan tertentu antara sejumlah tindakan alternatif yang mungkin .
Maka dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan ialah proses pemecahan masalah dengan menentukan suatu tindakan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Definisi ini mengandung substansi pokok didalamnya, yaitu ada kebutuhan memecahkan masalah ada proses, ada beberapa alternatif yang akan di pilih dan ada ketetapan hati memilih satu pilihan, dan ada tujuan pengambilan keputusan.
Setiap proses pengambilan keputusan merupakan suatu sistem tindakan karena ada beberapa komponen di dalamnya. Menurut Pradjudi , Dasar yang ada dalam sistem pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
a.       Posisi orang yang berwenang dalam mengambil keputusan;
b.      Problema;
c.       Situasi si pengambil keputusan itu berada;
d.      Kondisi si pengambil keputusan
e.       Tujuan
Anzizhan Syafaruddin, Sistem Pengambilan Keputusan Pendidikan, Grasindo,Jakarta 2004

Jumat, 10 April 2015

KEPEMIMPINAN

A. ARTI KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah kemampuan mempengarui oranglain, sehingga oranglain bersikap dan berlaku sesuai tujuan pemimpin. Sedngkan otoritas atau kewenangan adalah hak yang menjadi dasar bagi seseorang untuk mengontrol dan memerintah orang lain.
Jadi, walaupun ada kaitan antara dua konsep ini, tekanan masing-masing berbeda. Kepemimpinan menekankan peran dan fungsi memberi pengaruh ; sedangakn otoritas menyangkut dasar dan hak yang abash dan mensyaratkan adanya pengakuan pihak yang mengalami pelaksanaan otoritas itu, baik dalam kerangka tradisi, legalitas maupun kualitas istimewa individu pemimpin.
Dr.Ranoh Ayu,Kepemimpian Kharismatis,PT BPK Gunung Mulia,Jakarta,1999

Pengertian Kepemimpinan menurut Hemhiel dan Coons bahwa kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suau tujuan yang akan di capai bersama .
Wahjosumidjo menjelaskan butir-butir pengertian dari berbagai kepemiminan pada hakikatnya memberikan makna :
1.      Kepemimpinan adalah suatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti ; kepribadian, kemampuan dan kesanggupan.
2.      Kepemimpinan adalah rangkaian pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengankedudukan serta gaya atauperilaku pemimpin itu sendiri
3.      Kepemimpinan adalah sebagai proses antar hubungan atau interaksi atara pemimpin , pengikut, dan situasi
Tim Pengembangan Ilmu pendidikan FIP-UI, Ilmu &Aplikasi pendidikan,PT Imperial Bhakti Utama, 2007

Senin, 09 Maret 2015

Peran Komunikasi Dalam Organisasi

PENGERTIAN KOMUNIKASI
Kata komunikasi berasal dari bahasa latin communication yang berarti “pemberitahuan” atau “pertukaran pikiran” . jadi, secara garis besar , dalam suatu proses komunikasi haruslah terdapat unsure-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu pertukaran pikiran dan pengertian antara komunikator dan komunikan.
Proses komunikasi dapat diartikan sebagai “transfer informasi” atau pesan dari pengirim pesan sebagai komunikator kepada penerima pesan sebagai komunikan. Dalam proses komunikasi bertujuan untuk mencapai salinng pengertian antara kedua belah pihak yang terlibat dlam proses komunikasi .
Adapun beberapa definisi menurut para pakar,sebagai berikut:
1.         Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa yang mengatakan apa dengan cara  
apa,kepada siapa efek apa (Laswell)
2.         Komunikasi merupakan rangkaian proses pengalihan informasi dari satuorang kepada
oranglain dengan maksud tertentu.
3.         Komunikasi adalah proses yang melibatkan seorang untuk menggunakan tanda-tanda
(alamiah atau universal berupa simol-simbol berdasarkan perjanjian manusia ,

Dari definisi tersebut maka dapat di golongkan dalam 3 pengertian utama komunikasi yaitu :

Kamis, 30 Oktober 2014

TUGAS 3(TEORI ORGANISASI UMUM 1)

1.       Pengertian komunikasi
komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain". Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.[butuh rujukan] Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.[butuh rujukan] Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
2.       Unsur-unsur komunikasi
Unsur-unsur penting dalam komunikasi adalah dengan adanya : sumber, pesan, media, penerima, efek dan umpan balik.

1. Sumber
Adalah pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antar manusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam kelompok misalnya partai, organisasi atau lembaga. Sumber biasa disebut juga komunikator atau dalam bahasa Inggrisnya disebut source, sender atau decoder.
2. Pesan
Adalah sesuatu yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi.
3. Media.
Media yang dimaksud di sini adalah alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima.
4. Penerima.
Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih. Penerima biasa disebut komunikan atau dalam bahasa Inggris disebut audience atau receiver.
5. Efek
Efek atau pengaruh adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa tergantung dari pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. (De Fleur, 1982)
6. Umpan Balik.
Adalah suatu bentuk tanggapan balik dari penerima setelah memperoleh pesan yang diterima.

3.       Bagaimana menyalurkan ide melalui komunikasi
Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang tidak begitu mudah. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
·         ide (gagasan) => Si Sender

TUGAS KE-2 (TEORI ORGANISASI UMUM1)




1.       Tipe atau Bentuk organisasi

Tipe Organisasi Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi yang sudah diolah. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.

Faktor-faktor yang menentukan perancangan tipe organisasi yaitu :

-          Strategi organisasi pencapaian tujuan.
-          Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output.
-          Kemampuan dan cara berpikir.
-          Besarnya organisasi dan satuan kerjanya mempengaruhi struktur organisasi.

Bentuk-bentuk Organisasi Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama. Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu :

-          Pembagian kerja
-          Rantai perintah
-          Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
-          Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan
-          Tingkatan manajemen

2.       Struktur atau Skema Organisasi
Struktur organisasi adalah sekumpulan komponen-komponen (unit-unit kerja) yang telah disusun dalam organisasi. Struktur organisasi berguna untuk menunjukkan adanya beberapa pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda agar bisa dikoordinasikan . Selain itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.
Macam-macam Skema Organisasi:
1. Skema Organisasi Fungsional: Dalam skema organisasi fungsional, menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi yang lain.
2. Skema Organisasi Jabatan Dalam skema organisasi jabatan, menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing.
3. Skema Organisasi Nama Dalam skema organisasi nama, menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan.
4. Skema Organisasi Nama dan Jabatan Dalam skema organisasi nama dan jabatan, menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.
5. Skema Organisasi Struktur Dalam skema organisasi truktur, menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut


Berdasarkan teknik atau cara membuatnya:

1. Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah
2. Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan
3. Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
4. Skema Organisasi Lingkaran
5. Skema Organisasi Gambar

3.       Pengertian Konflik
                Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
4.       Jenis dan Sumber Konflik
 Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 macam :
o   Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
o   Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
o   Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
o   Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
o   Konflik antar atau tidak antar agama
o   Konflik antar politik.
o   konflik individu dengan kelompok

TUGAS KE-1 (TEORI ORGANISASI UMUM 1)



1.     Perngertian organisasi
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut:

·         Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama [2].
·         James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama [3].
·         Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih[4].
·         Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan

Jadi ORGANISASI adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.

2.     Manajemen dan Organisasi

MANAJEMEN adalah proses untuk mengelola sumber-sumber organisasi. Ada dua pemegang kepentingan yang bisa mempengaruhi organisasi, baik secara langsung maupun tidak secara langsung, yaitu kekuatan Sistem Internal dan Lingkungan Eksternal.
Hubungan Manajemen dan Organisasi : Manajemen dan Organisasi memiliki hubungan yang erat, untuk mencapai suatu tujuan maka dibutuhkan kerja team, ibaratkan di suatu perusahaan seorang manajer membagikan tugas kepada anggota team nya yang terdiri dari 10 orang, 2 orang pertama mempunyai tugas menulis, 2 orang berikutnya mempunyai tugas mengedit, 2 orang selanjutnya mempunyai tugas memposting dan begitu selanjutnya, hingga menjadikan kerja sama team yang solid antara manajer dan organisasi.

3.     Manajemen dan Tata Kerja
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
Hubungan Manajemen dan Tata Kerja : Manajemen dan Tata Kerja merupakan faktor utama dalam tercapai nya target, seperti manajemen yang teroganisir dan tata kerja yang terencana dengan baik akan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ditetapkan,

4.     Manajemen , Organisasi Dan Tata Kerja
Hubungan Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja :
Hal ini tentang bagaimana caranya seorang manager memanajemen bawahannya melalui beberapa proses perancaan, seperti yang dikatakan Mary Parker Follet manajer harus mempersiapkan proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya. Lalu sekarang pembagian tugas yang diberikan ke organisasi, untuk mendapatkan  hasil yang baik dengan cara bekerja sama, dan perencanaan tata kerja harus mencapai tingkat efesien dan maksimal.